60 Tokoh Nasional Indonesia yang Menginspirasi
Indonesia memiliki sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan banyak tokoh dari berbagai daerah. Mereka hadir dalam berbagai bidang: perjuangan melawan penjajahan, pendidikan, politik, agama, militer, pers, kebudayaan, hingga ilmu pengetahuan.
Sebagian di antara mereka dikenal luas sebagai Pahlawan Nasional, sementara sebagian lainnya dikenal sebagai tokoh penting yang memberikan kontribusi besar terhadap lahir dan berkembangnya Indonesia. Menariknya, perjuangan untuk Indonesia tidak selalu dilakukan melalui peperangan. Ada yang berjuang dengan pendidikan, tulisan, diplomasi, organisasi, ilmu pengetahuan, maupun gerakan sosial.
Berikut 60 tokoh Nasional Indonesia yang menginspirasi yang layak dikenang, yaitu:
Asal daerah: Surabaya, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1901–1970
Bidang perjuangan: Kemerdekaan, politik, nasionalisme
Soekarno merupakan Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh utama dalam perjuangan menuju kemerdekaan dan dikenal sebagai penggagas Pancasila.
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1902–1980
Bidang perjuangan: Kemerdekaan, politik, ekonomi
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1889–1959
Bidang perjuangan: Pendidikan
Asal daerah: Jepara, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1879–1904
Bidang perjuangan: Pendidikan dan emansipasi perempuan
Asal daerah: Purbalingga, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1916–1950
Bidang perjuangan: Militer dan kemerdekaan
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1785–1855
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Asal daerah: Aceh
Lahir–wafat: 1848–1908
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Asal daerah: Aceh
Lahir–wafat: 1854–1899
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Asal daerah: Sumatera Barat
Lahir–wafat: sekitar 1772–1864
Bidang perjuangan: Perlawanan dan keagamaan
Asal daerah: Gowa, Sulawesi Selatan
Lahir–wafat: 1631–1670
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap VOC
Asal daerah: Maluku
Lahir–wafat: 1783–1817
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Asal daerah: Maluku
Lahir–wafat: 1800–1818
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Asal daerah: Mataram, Jawa Tengah
Lahir–wafat: sekitar 1593–1645
Bidang perjuangan: Politik dan perlawanan terhadap VOC
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1738–1805
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Asal daerah: Ternate, Maluku Utara
Lahir–wafat: sekitar 1528–1583
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Portugis
Asal daerah: Bandung, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1884–1947
Bidang perjuangan: Pendidikan perempuan
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1868–1923
Bidang perjuangan: Pendidikan dan pembaruan Islam
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1875–1947
Bidang perjuangan: Pendidikan, agama, dan kemerdekaan
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1914–1953
Bidang perjuangan: Pendidikan, agama, dan politik
Asal daerah: Agam, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1908–1981
Bidang perjuangan: Agama, sastra, pendidikan, dan pemikiran
Asal daerah: Ponorogo, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1882–1934
Bidang perjuangan: Pergerakan nasional dan politik
Asal daerah: Jepara, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1886–1943
Bidang perjuangan: Pergerakan nasional dan politik
Asal daerah: Pasuruan, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1879–1950
Bidang perjuangan: Nasionalisme dan politik
Asal daerah: Nganjuk, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1888–1938
Bidang perjuangan: Organisasi dan pergerakan nasional
Asal daerah: Sawahlunto, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1903–1962
Bidang perjuangan: Politik, hukum, sastra, dan nasionalisme
Asal daerah: Sukoharjo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1903–1958
Bidang perjuangan: Hukum dan perumusan konstitusi
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1897–1977
Bidang perjuangan: Politik dan pemerintahan
Asal daerah: Tondano, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1890–1949
Bidang perjuangan: Politik, pendidikan, dan nasionalisme
Asal daerah: Bandung, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1897–1945
Bidang perjuangan: Politik dan kemerdekaan
Asal daerah: Karawang, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1896–1978
Bidang perjuangan: Diplomasi dan kemerdekaan
Asal daerah: Bengkulu
Lahir–wafat: 1923–1980
Bidang perjuangan: Kemerdekaan dan sosial
Asal daerah: Padang Panjang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1909–1966
Bidang perjuangan: Politik dan diplomasi
Asal daerah: Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1897–1949
Bidang perjuangan: Pergerakan dan pemikiran politik
Asal daerah: Purworejo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1922–1965
Bidang perjuangan: Militer
Asal daerah: Banyumas, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1907–1962
Bidang perjuangan: Militer
Asal daerah: Kotanopan, Sumatera Utara
Lahir–wafat: 1918–2000
Bidang perjuangan: Militer dan pertahanan
Asal daerah: Surabaya, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1920–1981
Bidang perjuangan: Perjuangan kemerdekaan dan komunikasi
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1925–1949
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1928–1946
Bidang perjuangan: Militer dan pendidikan
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1883–1959
Bidang perjuangan: Pers, sastra, dan politik
Asal daerah: Koto Gadang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1884–1954
Bidang perjuangan: Diplomasi, politik, dan agama
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1888–1971
Bidang perjuangan: Keagamaan dan organisasi
Asal daerah: Majalengka, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1898–1972
Bidang perjuangan: Keagamaan, pendidikan, dan kemerdekaan
Asal daerah: Sukabumi, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1889–1950
Bidang perjuangan: Agama, pendidikan, dan politik
Asal daerah: Koto Gadang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1884–1972
Bidang perjuangan: Pendidikan, pers, dan perempuan
Asal daerah: Pamekasan, Madura, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1904–1985
Bidang perjuangan: Bahasa dan pergerakan nasional
Asal daerah: Bangka, Kepulauan Bangka Belitung
Lahir–wafat: sekitar 1805–1869
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Asal daerah: Jambi
Lahir–wafat: 1871–1907
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Asal daerah: Bima, Nusa Tenggara Barat
Lahir–wafat: 1888–1951
Bidang perjuangan: Pendidikan, pemerintahan, dan anti-kolonialisme
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1912–1963
Bidang perjuangan: Politik dan integrasi Papua
Selain tokoh-tokoh di atas, terdapat sepuluh nama yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2025. Penetapan tersebut menunjukkan bahwa sejarah perjuangan bangsa terus dikaji dan tokoh-tokoh baru terus mendapatkan pengakuan negara.
51. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1940–2009
Bidang perjuangan: Demokrasi, toleransi, pluralisme, dan kemanusiaan
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1921–2008
Bidang perjuangan: Militer, pemerintahan, dan pembangunan
Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto pada 2025.
Asal daerah: Nganjuk, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1969–1993
Bidang perjuangan: Hak pekerja dan keadilan sosial
Marsinah termasuk sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2025.
Asal daerah: Jakarta
Lahir–wafat: 1929–2021
Bidang perjuangan: Hukum, diplomasi, dan politik luar negeri
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1900–1969
Bidang perjuangan: Pendidikan perempuan
Asal daerah: Purworejo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1927–1989
Bidang perjuangan: Militer
Asal daerah: Bangkalan, Madura, Jawa Timur
Lahir–wafat: sekitar 1820–1925
Bidang perjuangan: Pendidikan Islam dan keulamaan
Asal daerah: Bima, Nusa Tenggara Barat
Lahir–wafat: 1888–1951
Bidang perjuangan: Pemerintahan, pendidikan, dan perjuangan rakyat
Asal daerah: Simalungun, Sumatera Utara
Lahir–wafat: 1828–1891
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1912–1963
Bidang perjuangan: Politik dan integrasi nasional
Akhir Kata
Mereka berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Namun, terdapat satu benang merah yang menyatukan perjuangan mereka: keinginan untuk melihat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, berpendidikan, dan bermartabat.
Mempelajari kehidupan para tokoh nasional bukan sekadar menghafalkan nama dan tahun. Yang jauh lebih penting adalah memahami nilai perjuangan, keberanian, ketekunan, persatuan, pengorbanan, dan kecintaan kepada bangsa yang dapat diterapkan dalam kehidupan generasi sekarang.
Sejarah akhirnya bukan hanya tentang masa lalu. Sejarah adalah sumber inspirasi untuk menentukan bagaimana Indonesia akan melangkah menuju masa depan.
Tokoh Nasional Indonesia
60 Tokoh Nasional Indonesia yang Menginspirasi
Berikut 60 tokoh Nasional Indonesia yang menginspirasi yang layak dikenang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
Asal daerah: Surabaya, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1901–1970
Bidang perjuangan: Kemerdekaan, politik, nasionalisme
Soekarno merupakan Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh utama dalam perjuangan menuju kemerdekaan dan dikenal sebagai penggagas Pancasila.
2. Drs. Mohammad Hatta
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1902–1980
Bidang perjuangan: Kemerdekaan, politik, ekonomi
Mohammad Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia. Selain aktif dalam perjuangan politik, Hatta dikenal sebagai pemikir ekonomi dan demokrasi Indonesia.
3. Ki Hadjar Dewantara
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1889–1959
Bidang perjuangan: Pendidikan
Ki Hadjar Dewantara merupakan pelopor pendidikan nasional. Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa dan memperjuangkan pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia.
4. R.A. Kartini
Asal daerah: Jepara, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1879–1904
Bidang perjuangan: Pendidikan dan emansipasi perempuan
Kartini dikenal karena gagasannya mengenai pendidikan dan kemajuan perempuan Indonesia. Surat-suratnya kemudian dikenal melalui buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
5. Jenderal Soedirman
Asal daerah: Purbalingga, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1916–1950
Bidang perjuangan: Militer dan kemerdekaan
Jenderal Soedirman merupakan Panglima Besar TNI pertama. Dalam kondisi kesehatan yang buruk, ia tetap memimpin perang gerilya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
6. Pangeran Diponegoro
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1785–1855
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Pangeran Diponegoro merupakan pemimpin utama Perang Jawa atau Perang Diponegoro yang berlangsung pada 1825–1830.
7. Cut Nyak Dhien
Asal daerah: Aceh
Lahir–wafat: 1848–1908
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Cut Nyak Dhien merupakan pejuang perempuan Aceh yang meneruskan perjuangan melawan Belanda setelah suaminya, Teuku Umar, gugur.
8. Teuku Umar
Asal daerah: Aceh
Lahir–wafat: 1854–1899
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Teuku Umar merupakan salah satu pejuang Aceh yang terkenal dengan strategi perang gerilyanya dalam menghadapi Belanda.
9. Tuanku Imam Bonjol
Asal daerah: Sumatera Barat
Lahir–wafat: sekitar 1772–1864
Bidang perjuangan: Perlawanan dan keagamaan
Tuanku Imam Bonjol merupakan salah satu tokoh utama dalam Perang Padri di Sumatera Barat.
10. Sultan Hasanuddin
Asal daerah: Gowa, Sulawesi Selatan
Lahir–wafat: 1631–1670
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap VOC
Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa yang gigih menghadapi kekuatan VOC. Keberaniannya membuatnya dikenal dengan julukan Ayam Jantan dari Timur.
11. Pattimura
Asal daerah: Maluku
Lahir–wafat: 1783–1817
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Belanda pada 1817.
12. Martha Christina Tiahahu
Asal daerah: Maluku
Lahir–wafat: 1800–1818
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Martha Christina Tiahahu merupakan pejuang perempuan muda dari Maluku yang ikut berjuang dalam perlawanan terhadap Belanda.
13. Sultan Agung
Asal daerah: Mataram, Jawa Tengah
Lahir–wafat: sekitar 1593–1645
Bidang perjuangan: Politik dan perlawanan terhadap VOC
Sultan Agung merupakan salah satu raja terbesar Kesultanan Mataram. Ia pernah melancarkan serangan terhadap VOC di Batavia.
14. Sultan Nuku
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1738–1805
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Sultan Nuku memimpin perlawanan terhadap dominasi Belanda di wilayah Maluku dan berhasil membangun kekuatan politik yang luas.
15. Sultan Baabullah
Asal daerah: Ternate, Maluku Utara
Lahir–wafat: sekitar 1528–1583
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Portugis
Sultan Baabullah dikenal sebagai tokoh Ternate yang memimpin perlawanan terhadap Portugis.
16. Raden Dewi Sartika
Asal daerah: Bandung, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1884–1947
Bidang perjuangan: Pendidikan perempuan
Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri di Bandung pada 1904 dan menjadi salah satu pelopor pendidikan bagi perempuan Indonesia.
17. KH Ahmad Dahlan
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1868–1923
Bidang perjuangan: Pendidikan dan pembaruan Islam
KH Ahmad Dahlan merupakan pendiri Muhammadiyah. Perjuangannya sangat besar dalam bidang pendidikan, sosial, dan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia.
18. KH Hasyim Asy’ari
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1875–1947
Bidang perjuangan: Pendidikan, agama, dan kemerdekaan
KH Hasyim Asy’ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama dan salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
19. KH Abdul Wahid Hasyim
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1914–1953
Bidang perjuangan: Pendidikan, agama, dan politik
Wahid Hasyim merupakan tokoh penting dalam pergerakan Islam dan kehidupan politik Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
20. Buya Hamka
Asal daerah: Agam, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1908–1981
Bidang perjuangan: Agama, sastra, pendidikan, dan pemikiran
Buya Hamka dikenal sebagai ulama, sastrawan, pendidik, dan intelektual. Karya-karyanya memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pemikiran masyarakat Indonesia.
21. H.O.S. Tjokroaminoto
Asal daerah: Ponorogo, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1882–1934
Bidang perjuangan: Pergerakan nasional dan politik
Tjokroaminoto merupakan salah satu pemimpin Sarekat Islam dan guru bagi sejumlah tokoh pergerakan nasional.
22. Dr. Cipto Mangunkusumo
Asal daerah: Jepara, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1886–1943
Bidang perjuangan: Pergerakan nasional dan politik
Cipto Mangunkusumo merupakan tokoh Tiga Serangkai bersama Ki Hadjar Dewantara dan Douwes Dekker.
23. Ernest Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi)
Asal daerah: Pasuruan, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1879–1950
Bidang perjuangan: Nasionalisme dan politik
Douwes Dekker merupakan salah satu tokoh penting pergerakan nasional dan pendiri Indische Partij bersama Ki Hadjar Dewantara dan Cipto Mangunkusumo.
24. Dr. Soetomo
Asal daerah: Nganjuk, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1888–1938
Bidang perjuangan: Organisasi dan pergerakan nasional
Dr. Soetomo merupakan salah satu pendiri Budi Utomo, organisasi yang menjadi salah satu tonggak awal Kebangkitan Nasional.
25. Mohammad Yamin
Asal daerah: Sawahlunto, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1903–1962
Bidang perjuangan: Politik, hukum, sastra, dan nasionalisme
Mohammad Yamin merupakan tokoh pergerakan nasional, sastrawan, dan salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan gagasan kebangsaan Indonesia.
26. Mr. Soepomo
Asal daerah: Sukoharjo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1903–1958
Bidang perjuangan: Hukum dan perumusan konstitusi
Soepomo merupakan salah satu tokoh penting dalam perumusan dasar negara dan Undang-Undang Dasar 1945.
27. A.A. Maramis
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1897–1977
Bidang perjuangan: Politik dan pemerintahan
A.A. Maramis merupakan anggota BPUPKI dan PPKI serta dikenal sebagai Menteri Keuangan pertama Indonesia.
28. Sam Ratulangi
Asal daerah: Tondano, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1890–1949
Bidang perjuangan: Politik, pendidikan, dan nasionalisme
Sam Ratulangi merupakan tokoh nasional asal Sulawesi yang berperan dalam pergerakan nasional dan pernah menjadi Gubernur Sulawesi.
29. Oto Iskandar di Nata
Asal daerah: Bandung, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1897–1945
Bidang perjuangan: Politik dan kemerdekaan
Oto Iskandar di Nata merupakan tokoh pergerakan nasional dan salah satu anggota BPUPKI.
30. Ahmad Soebardjo
Asal daerah: Karawang, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1896–1978
Bidang perjuangan: Diplomasi dan kemerdekaan
Ahmad Soebardjo merupakan tokoh penting dalam proses menuju Proklamasi Kemerdekaan dan Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.
31. Fatmawati
Asal daerah: Bengkulu
Lahir–wafat: 1923–1980
Bidang perjuangan: Kemerdekaan dan sosial
Fatmawati dikenal sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945.
32. Sutan Sjahrir
Asal daerah: Padang Panjang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1909–1966
Bidang perjuangan: Politik dan diplomasi
Sutan Sjahrir merupakan tokoh pergerakan nasional dan Perdana Menteri pertama Indonesia.
33. Tan Malaka
Asal daerah: Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1897–1949
Bidang perjuangan: Pergerakan dan pemikiran politik
Tan Malaka merupakan tokoh pergerakan yang memiliki gagasan kuat mengenai kemerdekaan Indonesia dan menulis berbagai karya politik.
34. Jenderal Ahmad Yani
Asal daerah: Purworejo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1922–1965
Bidang perjuangan: Militer
Ahmad Yani merupakan Panglima Angkatan Darat dan salah satu tokoh militer Indonesia yang gugur dalam peristiwa G30S.
35. Jenderal Gatot Soebroto
Asal daerah: Banyumas, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1907–1962
Bidang perjuangan: Militer
Gatot Soebroto merupakan salah satu tokoh militer penting dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan TNI.
36. Abdul Haris Nasution
Asal daerah: Kotanopan, Sumatera Utara
Lahir–wafat: 1918–2000
Bidang perjuangan: Militer dan pertahanan
A.H. Nasution merupakan salah satu pemikir strategi militer Indonesia dan tokoh penting dalam sejarah TNI.
37. Bung Tomo
Asal daerah: Surabaya, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1920–1981
Bidang perjuangan: Perjuangan kemerdekaan dan komunikasi
Bung Tomo terkenal karena pidato-pidatonya yang membakar semangat rakyat Surabaya dalam menghadapi pasukan Sekutu pada 1945.
38. Robert Wolter Mongisidi
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1925–1949
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Robert Wolter Mongisidi merupakan pejuang muda yang memimpin perlawanan terhadap Belanda di Sulawesi Selatan.
39. Daan Mogot
Asal daerah: Manado, Sulawesi Utara
Lahir–wafat: 1928–1946
Bidang perjuangan: Militer dan pendidikan
Daan Mogot merupakan tokoh militer muda dan salah satu pendiri Akademi Militer Tangerang.
40. Abdul Muis
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1883–1959
Bidang perjuangan: Pers, sastra, dan politik
Abdul Muis merupakan sastrawan, wartawan, dan aktivis pergerakan nasional. Ia juga termasuk Pahlawan Nasional yang dianugerahi gelar pada masa awal penetapan gelar tersebut.
41. Haji Agus Salim
Asal daerah: Koto Gadang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1884–1954
Bidang perjuangan: Diplomasi, politik, dan agama
Haji Agus Salim merupakan diplomat, intelektual, dan tokoh Sarekat Islam yang memiliki kemampuan bahasa asing luar biasa.
42. KH Abdul Wahab Hasbullah
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1888–1971
Bidang perjuangan: Keagamaan dan organisasi
KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dan tokoh penting dalam pergerakan Islam Indonesia.
43. KH Abdul Chalim
Asal daerah: Majalengka, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1898–1972
Bidang perjuangan: Keagamaan, pendidikan, dan kemerdekaan
KH Abdul Chalim merupakan ulama dan salah satu tokoh penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2023.
44. KH Ahmad Sanusi
Asal daerah: Sukabumi, Jawa Barat
Lahir–wafat: 1889–1950
Bidang perjuangan: Agama, pendidikan, dan politik
KH Ahmad Sanusi merupakan ulama, pendidik, dan tokoh perjuangan dari Jawa Barat yang terlibat dalam proses pembentukan Indonesia.
45. Ruhana Kuddus
Asal daerah: Koto Gadang, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1884–1972
Bidang perjuangan: Pendidikan, pers, dan perempuan
Ruhana Kuddus merupakan pelopor pendidikan perempuan dan pers perempuan di Indonesia. Ia memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2019.
46. M. Tabrani
Asal daerah: Pamekasan, Madura, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1904–1985
Bidang perjuangan: Bahasa dan pergerakan nasional
Muhammad Tabrani dikenal sebagai tokoh penting dalam gagasan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ia berasal dari Pamekasan, Madura.
47. Depati Amir
Asal daerah: Bangka, Kepulauan Bangka Belitung
Lahir–wafat: sekitar 1805–1869
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap Belanda
Depati Amir memimpin perjuangan rakyat Bangka melawan kolonialisme Belanda dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2018.
48. Raden Mattaher
Asal daerah: Jambi
Lahir–wafat: 1871–1907
Bidang perjuangan: Perlawanan bersenjata
Raden Mattaher merupakan panglima perang Jambi yang meneruskan perjuangan melawan Belanda setelah Sultan Thaha Saifuddin. Ia dikenal dengan julukan Singo Kumpeh.
49. Sultan Muhammad Salahuddin
Asal daerah: Bima, Nusa Tenggara Barat
Lahir–wafat: 1888–1951
Bidang perjuangan: Pendidikan, pemerintahan, dan anti-kolonialisme
Sultan Muhammad Salahuddin merupakan Sultan Bima ke-14 yang memperjuangkan pendidikan dan kepentingan rakyat Bima serta menentang kolonialisme.
50. Zainal Abidin Syah
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1912–1963
Bidang perjuangan: Politik dan integrasi Papua
Zainal Abidin Syah merupakan Gubernur pertama Irian Barat dan memiliki peran dalam sejarah integrasi wilayah tersebut ke Indonesia.
10 Tokoh Nasional Penerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Selain tokoh-tokoh di atas, terdapat sepuluh nama yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2025. Penetapan tersebut menunjukkan bahwa sejarah perjuangan bangsa terus dikaji dan tokoh-tokoh baru terus mendapatkan pengakuan negara.
51. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Asal daerah: Jombang, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1940–2009
Bidang perjuangan: Demokrasi, toleransi, pluralisme, dan kemanusiaan
Gus Dur merupakan Presiden keempat Republik Indonesia dan dikenal luas karena perjuangannya dalam demokrasi, toleransi, keberagaman, serta hak asasi manusia.
52. Soeharto
Asal daerah: Yogyakarta
Lahir–wafat: 1921–2008
Bidang perjuangan: Militer, pemerintahan, dan pembangunan
Soeharto merupakan Presiden kedua Indonesia dan memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Ia menjadi tokoh yang kontroversial sekaligus penting dalam sejarah politik dan pembangunan Indonesia.
Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto pada 2025.
53. Marsinah
Asal daerah: Nganjuk, Jawa Timur
Lahir–wafat: 1969–1993
Bidang perjuangan: Hak pekerja dan keadilan sosial
Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja. Kisahnya kemudian menjadi simbol perjuangan terhadap ketidakadilan.
Marsinah termasuk sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2025.
54. Mochtar Kusumaatmadja
Asal daerah: Jakarta
Lahir–wafat: 1929–2021
Bidang perjuangan: Hukum, diplomasi, dan politik luar negeri
Mochtar Kusumaatmadja merupakan ahli hukum dan diplomat Indonesia yang berperan penting dalam pengembangan konsep Wawasan Nusantara serta hukum laut Indonesia.
55. Rahmah El Yunusiyyah
Asal daerah: Bukittinggi, Sumatera Barat
Lahir–wafat: 1900–1969
Bidang perjuangan: Pendidikan perempuan
Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan dan pendiri Diniyah Puteri di Padang Panjang.
56. Sarwo Edhie Wibowo
Asal daerah: Purworejo, Jawa Tengah
Lahir–wafat: 1927–1989
Bidang perjuangan: Militer
Sarwo Edhie Wibowo merupakan tokoh militer Indonesia yang memiliki peran penting dalam sejarah politik dan keamanan Indonesia pada masa awal Orde Baru.
57. Syaikhona Muhammad Kholil
Asal daerah: Bangkalan, Madura, Jawa Timur
Lahir–wafat: sekitar 1820–1925
Bidang perjuangan: Pendidikan Islam dan keulamaan
Syaikhona Muhammad Kholil merupakan ulama besar yang memiliki pengaruh luas dalam perkembangan pesantren dan pendidikan Islam di Nusantara.
58. Sultan Zainal Abidin Muhammad Salahuddin
Asal daerah: Bima, Nusa Tenggara Barat
Lahir–wafat: 1888–1951
Bidang perjuangan: Pemerintahan, pendidikan, dan perjuangan rakyat
Sultan Muhammad Salahuddin dikenal karena perannya dalam memajukan pendidikan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Bima.
59. Tuan Rondahaim Saragih
Asal daerah: Simalungun, Sumatera Utara
Lahir–wafat: 1828–1891
Bidang perjuangan: Perlawanan terhadap kolonialisme
Tuan Rondahaim Saragih merupakan pemimpin Kerajaan Raya di Simalungun yang melakukan perlawanan terhadap ekspansi kolonial Belanda.
60. Zainal Abidin Syah
Asal daerah: Tidore, Maluku Utara
Lahir–wafat: 1912–1963
Bidang perjuangan: Politik dan integrasi nasional
Zainal Abidin Syah merupakan tokoh Tidore dan Gubernur pertama Irian Barat yang memiliki peran dalam sejarah integrasi wilayah Papua ke Indonesia.
Akhir Kata
Kisah para tokoh nasional Indonesia menunjukkan bahwa membangun sebuah bangsa membutuhkan perjuangan dari banyak bidang. Ada yang mengangkat senjata di medan perang, ada yang mendirikan sekolah, menulis di surat kabar, berdiplomasi di forum internasional, memperjuangkan hak pekerja, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan membangun organisasi masyarakat.
Mereka berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Namun, terdapat satu benang merah yang menyatukan perjuangan mereka: keinginan untuk melihat Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, berpendidikan, dan bermartabat.
Mempelajari kehidupan para tokoh nasional bukan sekadar menghafalkan nama dan tahun. Yang jauh lebih penting adalah memahami nilai perjuangan, keberanian, ketekunan, persatuan, pengorbanan, dan kecintaan kepada bangsa yang dapat diterapkan dalam kehidupan generasi sekarang.
Sejarah akhirnya bukan hanya tentang masa lalu. Sejarah adalah sumber inspirasi untuk menentukan bagaimana Indonesia akan melangkah menuju masa depan.
