Abu Nawas Disuruh Membawa Sesuatu yang Tidak Ada

Pagi itu, Abu Nawas sedang menikmati sarapan di rumahnya ketika seorang pengawal kerajaan datang tergesa-gesa.
“Abu Nawas! Paduka Raja memanggilmu ke istana sekarang juga!”
Abu Nawas meletakkan sendoknya.


“Apakah Raja sedang marah?”
“Aku tidak tahu.”
“Apakah aku melakukan kesalahan?”
“Aku juga tidak tahu.”
Abu Nawas menghela napas.
“Kalau begitu, aku semakin tidak tahu apa yang harus kutakutkan.”
Sesampainya di istana, Abu Nawas melihat Raja sedang duduk di singgasana bersama para pejabat.
“Abu Nawas,” kata Raja, “aku mempunyai tugas khusus untukmu.”
“Apakah tugasnya sulit, Paduka?”
“Tidak sulit. Justru sangat mudah.”
Abu Nawas tersenyum lega.
Raja kemudian berkata,
“Aku ingin kau pergi ke pasar dan membawa kepadaku sesuatu yang tidak ada.”
Abu Nawas terdiam.
Para pejabat langsung tertawa.
Mereka yakin kali ini Abu Nawas pasti tidak dapat menemukan jalan keluar.

Tugas yang Mustahil

Abu Nawas menggaruk kepalanya.
“Paduka, boleh saya bertanya?”
“Tentu.”
“Kalau sesuatu itu tidak ada, bagaimana saya bisa membawanya?”
Raja tersenyum.
“Itulah tugasmu. Jika kau berhasil membawanya, aku akan memberimu hadiah. Tetapi jika gagal, kau akan menerima hukuman.”
Abu Nawas mengangguk.
“Baiklah, Paduka. Saya akan berusaha.”
Ia kemudian meninggalkan istana.
Di sepanjang jalan, Abu Nawas berpikir.
“Sesuatu yang tidak ada... sesuatu yang tidak ada...”
Ia melihat pedagang menjual buah.
Ia melihat tukang roti.
Ia melihat penjual kain.
Namun semuanya adalah benda yang nyata.
“Tidak mungkin aku membawa sesuatu yang benar-benar tidak ada,” gumamnya.
Tiba-tiba Abu Nawas tersenyum.
“Aha! Aku tahu caranya.”

Abu Nawas Pergi ke Pasar

Abu Nawas kembali ke istana beberapa jam kemudian.
Ia datang dengan tangan kosong.
Raja langsung bertanya,
“Mana barang yang kuperintahkan?”
“Sudah saya bawa, Paduka.”
Raja melihat tangan Abu Nawas.
“Mana?”
“Di sini.”
Raja mengerutkan kening.
“Aku tidak melihat apa pun!”
Abu Nawas tersenyum.
“Benar, Paduka.”
“Lalu apa yang kau bawa?”
Abu Nawas menjawab,
“Saya membawa ketiadaan.”
Para pejabat terdiam.
Raja mengangkat alis.
“Jelaskan!”
Abu Nawas berkata,
“Paduka memerintahkan saya membawa sesuatu yang tidak ada. Karena benda itu tidak ada, tentu saya tidak mungkin membawanya sebagai benda. Maka saya membawa bukti bahwa benda itu memang tidak ada.”
Raja semakin penasaran.
“Bukti apa?”
Abu Nawas menunjuk tangannya yang kosong.
“Inilah buktinya. Tangan saya kosong karena tidak ada benda yang bisa saya bawa.”
Para pejabat mulai tertawa.
Namun Raja belum menyerah.

Akal yang Lebih Cerdik

Raja berkata,
“Tidak semudah itu, Abu Nawas. Aku bisa mengatakan bahwa kau tidak membawa apa-apa.”
Abu Nawas mengangguk.
“Benar, Paduka.”
“Jadi, kau gagal!”
Abu Nawas tersenyum.
“Justru saya berhasil.”
“Bagaimana?”
Abu Nawas menjawab,
“Jika saya membawa sebuah benda, berarti benda itu ada. Paduka meminta sesuatu yang tidak ada. Kalau saya membawa sesuatu yang nyata, saya justru melanggar perintah Paduka.”
Raja terdiam.
Abu Nawas melanjutkan,
“Jadi, satu-satunya cara untuk menaati perintah Paduka adalah datang tanpa membawa apa pun.”
Para pejabat saling pandang.
Mereka sadar bahwa Abu Nawas telah menemukan jawaban yang sangat sederhana untuk tugas yang dibuat mustahil.
Raja akhirnya tertawa.
“Abu Nawas, lagi-lagi kau berhasil!”

Hadiah dari Raja

Raja kemudian memberikan Abu Nawas sekantong uang.
“Ambillah. Kau memang pandai menemukan jalan keluar.”
Abu Nawas menerima hadiah itu.
“Terima kasih, Paduka.”
Seorang pejabat bertanya,
“Abu Nawas, bagaimana kau bisa menemukan jawaban secepat itu?”
Abu Nawas menjawab,
“Kadang-kadang, masalah menjadi sulit karena kita memaksakan diri mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada.”
Raja mengangguk.
“Benar. Sering kali manusia sibuk mencari jawaban yang rumit, padahal jawabannya sangat sederhana.”
Abu Nawas tersenyum.
“Yang penting bukan selalu menemukan sesuatu, Paduka. Kadang-kadang, kita hanya perlu memahami apa yang sebenarnya diminta.”

Pesan Moral

Kisah ini mengajarkan bahwa masalah yang tampak mustahil dapat diselesaikan dengan berpikir sederhana dan melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
Jangan selalu mencari jawaban yang rumit. Terkadang, jawaban terbaik justru tersembunyi dalam pertanyaan itu sendiri.

Dan ketika menghadapi masalah, tetaplah tenang. Pikiran yang tenang lebih mudah menemukan jalan keluar daripada pikiran yang panik.

Posting Komentar untuk "Abu Nawas Disuruh Membawa Sesuatu yang Tidak Ada"