8 Komponen Perangkat Pembelajaran Deep Learning KBC
Perangkat pembelajaran guru adalah kumpulan dokumen dan pedoman yang wajib disusun oleh guru sebagai rencana dan panduan dalam melaksanakan proses belajar mengajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Berikut 8 (delapan) Komponen Perangkat Pembelajaran yang Wajib Dimiliki Guru, diantaranya:
1. Capaian Pembelajaran (CP)
Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap fase perkembangan, yang mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.
Di Kurikulum Merdeka, CP menggantikan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan di Kurikulum 2013.
Karakteristik Utama CP
Berbasis Fase, Bukan Kelas: CP dirancang per fase perkembangan, bukan per tahun ajaran. Satu fase dapat mencakup dua atau tiga tingkat kelas (misalnya, Fase D untuk kelas 7-9 SMP) . Hal ini memberikan fleksibilitas, memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kesiapan dan kecepatan masing-masing, tidak terpaku pada usia atau kelas .
- Kompetensi Holistik: CP dirumuskan dalam bentuk narasi/paragraf yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi, bukan sebagai daftar poin terpisah .
- Bersifat Abstrak dan Umum: CP memberikan gambaran besar tentang kompetensi yang diharapkan di akhir suatu fase. Guru kemudian menjabarkannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang lebih spesifik dan operasional .
Berikut pembagian fase Capaian Pembelajaran berdasarkan jenjang pendidikan di satuan pendidikan umum :
- Fase Jenjang / Kelas
- Fase Fondasi PAUD (TK/RA/BA)
- Fase A Kelas 1 - 2 SD/MI
- Fase B Kelas 3 - 4 SD/MI
- Fase C Kelas 5 - 6 SD/MI
- Fase D Kelas 7 - 9 SMP/MTs
- Fase E Kelas 10 SMA/SMK/MA
- Fase F Kelas 11 - 12 SMA/SMK/MA
Dengan mengacu pada CP, guru memiliki keleluasaan untuk merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan siswa, berbeda dengan sistem sebelumnya yang lebih terstruktur dan kaku.
Adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Sederhananya, ATP adalah peta jalan atau lintasan belajar yang menggambarkan langkah demi langkah yang harus dilalui siswa untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) di akhir fase.
Berikut adalah karakteristik dan fungsi penting dari ATP:
Hubungan ATP dengan CP
2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Berikut adalah karakteristik dan fungsi penting dari ATP:
Hubungan ATP dengan CP
- Turunan dari CP: ATP merupakan penjabaran operasional dari CP. Jika CP adalah tujuan akhir (kompetensi yang dicapai di ujung fase), maka ATP adalah rute atau tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan akhir tersebut .
- Menjembatani CP dan RPP/Modul Ajar: Guru tidak bisa langsung membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar dari CP yang masih abstrak. ATP berfungsi sebagai jembatan yang menjabarkan CP menjadi serangkaian tujuan pembelajaran yang lebih konkret dan terukur untuk setiap pertemuan. Komponen dan Karakteristik ATP
- Bersifat Sistematis: Urutan TP dalam ATP disusun berdasarkan hierarki kompetensi (dari yang sederhana ke yang kompleks) atau berdasarkan urutan logis materi (dari konkret ke abstrak, atau dari mudah ke sulit).
- Bersifat Prosedural: Menggambarkan proses belajar siswa secara bertahap, sehingga siswa tidak melompati kompetensi prasyarat yang penting.
- Fleksibel: Guru dapat mengembangkan ATP sendiri atau menggunakan contoh yang disediakan oleh pemerintah, serta dapat memodifikasinya sesuai dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan kebutuhan lokal.
- ATP (Alur Tujuan Pembelajaran): Berisi urutan kompetensi yang akan diajarkan selama satu fase (misalnya untuk 1 tahun atau beberapa tahun). ATP bersifat strategis dan belum mendetail pada kegiatan harian.
- RPP / Modul Ajar: Berisi rencana kegiatan spesifik untuk mencapai 1 atau beberapa Tujuan Pembelajaran dalam satu atau beberapa pertemuan. RPP/Modul Ajar mencakup metode, media, skenario kegiatan, dan asesmen harian, yang merupakan penjabaran teknis dari ATP.
3. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Sederhananya, jika TP adalah "target yang ingin dicapai" dan ATP adalah "peta jalannya", maka KKTP adalah "garis finis" atau standar minimal yang menandakan bahwa seorang siswa telah dinyatakan tuntas (menguasai) suatu kompetensi.
Fungsi dan Peran KKTP
Pengganti KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal): Di Kurikulum 2013, kita mengenal KKM yang biasanya berupa angka tunggal (misal: 75). Di Kurikulum Merdeka, KKM diganti menjadi KKTP yang lebih fleksibel dan tidak harus berupa angka tunggal. KKTP bisa berupa angka, rentang nilai, atau deskripsi kualitatif .
Acuan Asesmen: KKTP menjadi patokan bagi guru dalam melakukan asesmen (penilaian) formatif dan sumatif. Guru akan membandingkan hasil belajar siswa dengan KKTP untuk mengetahui siapa yang sudah tuntas dan siapa yang perlu remedial atau pendampingan khusus.
Pemandu Umpan Balik: KKTP membantu guru memberikan umpan balik yang lebih bermakna karena kriterianya jelas, tidak hanya sebatas "nilai di atas KKM".
4. Program Semester (Promes)
5. Program Tahunan (Prota)
6. Modul Ajar / RPP
Sederhananya, jika Prota adalah rencana tahunan, Promes rencana semester, dan ATP adalah peta jalan kompetensi, maka Modul Ajar/RPP adalah "naskah skenario harian" yang akan guru praktikkan di kelas.
7. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Sederhananya, jika Modul Ajar adalah "naskah sutradara" (pegangan guru), maka LKPD adalah "naskah akting" (pegangan siswa) yang memandu mereka melakukan aktivitas belajar secara mandiri atau berkelompok.
Fungsi dan Tujuan LKPD
- Sebagai Panduan Aktivitas Siswa: LKPD memandu siswa untuk melakukan eksperimen, pengamatan, diskusi, atau pemecahan masalah secara terstruktur, sehingga mereka tidak bingung saat belajar mandiri
- Mengoptimalkan Pemahaman Konsep: Dengan mengerjakan LKPD, siswa diajak untuk menemukan sendiri konsep (inkuiri), bukan sekadar menghafal
- Sebagai Alat Asesmen (Penilaian): Hasil kerja siswa di LKPD dapat digunakan sebagai salah satu bukti ketercapaian Tujuan Pembelajaran (TP), baik untuk penilaian sikap, pengetahuan, maupun keterampilan
- Meningkatkan Keterampilan Proses: LKPD yang baik mendorong siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan terampil dalam mengkomunikasikan hasil temuannya.
8. Jurnal pembelajaran
Jurnal Pembelajaran adalah catatan harian yang dibuat oleh guru untuk merekam proses pembelajaran yang telah berlangsung di kelas secara reflektif dan deskriptif. Berbeda dengan catatan administratif biasa (seperti daftar hadir atau nilai), jurnal pembelajaran berfokus pada refleksi kualitatif tentang apa yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar, termasuk kendala, keberhasilan, dan tindak lanjut yang diperlukan.
Sederhananya, jika RPP/Modul Ajar adalah "rencana perjalanan" sebelum mengajar, maka Jurnal Pembelajaran adalah "catatan harian perjalanan" yang ditulis setelah mengajar untuk mengevaluasi apakah perjalanan tersebut berjalan lancar, menemui hambatan, atau perlu perbaikan rute.
Fungsi dan Tujuan Jurnal Pembelajaran
- Sebagai Alat Refleksi Guru: Jurnal membantu guru merenungkan efektivitas metode, media, dan pendekatan yang digunakan, sehingga dapat memperbaiki kualitas pembelajaran di pertemuan berikutnya.
- Dokumen Perkembangan Siswa: Mencatat respons, perilaku, dan pemahaman siswa secara individual atau kelompok, membantu guru mengenali siswa yang membutuhkan perhatian khusus
- Bahan Evaluasi Berkelanjutan: Menjadi dasar untuk menyusun program remedial, pengayaan, atau penyesuaian strategi pembelajaran di masa mendatang.
- Bukti Kinerja Guru: Sebagai salah satu dokumen akuntabilitas yang menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran secara profesional.
Demikian bahasan sederhana tentang 8 Komponen Perangkat Pembelajaran yang Wajib Dimiliki Guru.

Posting Komentar untuk "8 Komponen Perangkat Pembelajaran Deep Learning KBC"